Salam admin, izin bertanya kapan fase pertumbuhan awal, fase pembentukan bunga, dan fase vegetatif pada tanaman cabai merah pada umumnya, terimakasih
Oleh: Saldi - Banda AcehSalam Sdr Saldi,
Atas pertanyaan tersebut jujur kami tidak bisa menjawab dengan patokan usia berapa hari setelah tanam karena faktanya tiap varitas sangat berbeda, demikian pula kondisi klimat setempat. Namun kami bisa memberi patokan pada tanaman cabai sbb:
- fase vegetatif awal yaitu saat tanaman membentuk percabangan.
- fase vegetatif lanjut, saat tanaman mulai tumbuh secara horisontal / melebar.
- fase berbunga ketika tanaman sudah membentuk bunga kira-kira 20 %
- fase generatif, yaitu pada saat sebagian besar bunga sudah membentuk calon buah.
Salam admin, izin bertanya adakah artikel khusus atau rumus komplit penggunaan pupuk di tanaman hortikultura khususnya cabai untuk penggunaan Mordenfol, Kalinet, Vitaron dst, soalnya saya pernah baca di website pupuk merek dagang yang lain. terimakasih
Oleh: Saldi - Banda AcehSobat Saldi di Banda Aceh,
Sejujurnya tidak ada rumus mutlak dalam hal penggunaan dari suatu produk yang berlaku di semua daerah, karena perbedaan klimat, cuaca, jenis tanah, varitas tanaman dan sebagainya. Namun sebagai pedoman standar kami sudah menyertakan cara penggunaan pada label kemasan atau di bagian spesifikasi PRODUK di website ini. Kami tidak berpedoman pada umur tanaman melainkan pada kondisi dan fase tanaman itu sendiri dimana hanya petani-lah yg labih tahu kondisi tanamannya. Misalnya petani di wilayah A cabainya berbunga di usia 40 HST, sedangkan di wilayah lain bisa saja berbunga di usia 30 HST, atau 50 HST.
Untuk itu silahkan lihat di bagian spesifikasi produk di website ini. Demikian semoga membantu.
Oleh: Tim TeknisAssalamu'alaikum admin mitra bertani. Perkenalkan, nama saya Widi, petani cabe pemula. Sebelumnya, Benih cabe yg saya tanam sudah berumur 12 HSS. Banyak yg sudah tumbuh dan berdaun 2. Namun, ada juga yg tidak tumbuh. Untuk yg sudah tumbuh, terkadang ada yg layu ketika saya cek di pagi hari dan langsung saya siram dg air dicampur Powersoil. Pertanyaan saya adalah: 1. Apakah tindakan tsb sudah benar? 2. Bagaimana caranya menjaga agar benih yg saya tanam di media tanam tadi tidak layu? Ataukah kelayuan pada saat pembibitan sesuatu yg wajar? 3. Apakah penyiraman perlu dilakukan setiap saat sampai ditanam di bedengan? Kalau iya, interval waktunya berapa? Terima kasih
Oleh: Widi - SumenepWaalaikum salam sobat Widi,
Penyebab layu saat benih di persemaian ada banyak faktor diantaranya:
- Media tanam kurang sesuai, biasanya terlalu banyak campuran komposnya.
- Terpapar sinar matahari. Sebaiknya diberi naungan dan ketika sudah terbentuk 3 daun mulai dilatih dibuka naungannya secara bertahap.
- Terlalu sering penyiraman air.
- Karakter benih yang kurang yahan terhadap perubahan cuaca
Saran kami, siramkan / semprotkan CAL-HA pada media. Untuk pomberian powersoil sebaiknya dilakukan saat pindah tanam dengan cara menyiramkan pada lubang-lubang tanam.
Demikian, semoga membantu.
Apakah Pupuk KNO3 putih bisa dicampur dg Sulfur Carbendazim dlm satu aplikasi dg tangki semprot? Tks.
Oleh: Djoko S - Jepara JatengSObat Djoko S,
Kami akan jawab pertanyaan secara teknis begini : KNO3 adalah pupuk kristal yang mempunyai sifat HIGROSKOPIS. Jika tidak terserap semuanya ke dalam daun (karena cairan mengering sebelum masuk seluruhnya ke dalam sel daun), akan menyisakan kristal pada permukaan daun, yang bisa menimbulkan resiko keasaman pada permukaan daun yang akan dimanfaatkan fungi patogen, atau lapisan kristal bisa saja menyerap cairan sel (protoplasma) sehingga menimbulkan efek plasmolisis (bahasa awam : kebakar / gosong).
Mengenai keasaman permukaan daun, hal inilah yang tanpa kita sadari memupuk spora fungi sehingga aplikasi fungisida hasilnya tidak seperti harapan.
Tanya pak, apakah Kalinet bisa di mix dengan pestisida/insektisida dan pupuk2 lainnya misalnya MKP, kalsium, KNO3 dll pak? Terima kasih.
Oleh: I Wayan Purna Astawa - BangliSobat I Wayan Purna Astawa,
Sebenarnya pupuk daun apapun (termasuk Kalinet maupun yang lain), bisa dicampurkan dengan pestisida "KECUALI" yang berformulasi larut air (SC, SP, SL, WSC), karena sesama larutan bisa saja terjadi reaksi kimia yang mengubah struktur kimiawi masing-masing. Anda bisa lakukan pencampuran dengan pestisida yang berbentuk tidak larut air seperti WP dan EC.
Demikian pula untuk pupuk kristal larut air seperti MKP, kalsium larut air (CAN), KNO3 sebaiknya tidak dilakukan karena akan membuat sel-sel tanaman terlalu kenyang. Pupuk kristal tersebut bersifat higroskopik bagi daun, sebaiknya hanya untuk pengocoran.
Demikian semoga bisa membantu
Untuk Cal-HA, 1. aplikasi berapa kali selama masa tanam (untuk tanaman semusim), utk tanaman tahunan brp kali setahun dan dosis berapa, dan interval waktu berapa lama. 2. Apabisa Cal - Ha langsung di tabur di permukaan tanah. dosis berapa kg/ha. 3. Harga per kg berapa
Oleh: Muhammad Azhari Agusmara - BogorSalam sobat Muhammad Azhari Agusmara,
1. Untuk tanaman semusim maupun menahun, aplikasi CAL-HA disarankan dimulai saat persiapan pembentukan serabut akar bisa dengan cara penyiraman pada lubang2 tanam sebelum bbit di tanam denga dosis 2 - 5 gr / L air. Sedangkan nuntuk aplikasi semprot dengan tujuan memperkuat jatringan tanaman dilakukan pada saat tanaman "mulai membentuk cabang" dengan dosis 2 gr/L air, lakukan 2 kali selang 1 minggu.
Aplikasi selanjutnya, kondisional. Dilakukan apabila sering terjadi hujan terutama hujan malam hari, aplikasi dilakukan esok harinya.
Aplikasi rutin selanjutnya adalah saat tanaman membentuk calon buah setiap 1 minggu sekali dengan dosis 2 gr/L air
2. Aplikasi penaburan langsung pada tanah tidak kami anjurkan karena boros, namun sebaiknya dilakukan dengan penyiraman 5 gr/L air disiramkan 200 - 250 ml per tanaman.
3. Untuk harga bisa di cek di : moroseneng
Demikian, semoga bisa membantu
Oleh: WidodoAssalamualaikum. Mohon ijin bertanya, apakah Kalinet bisa juga dipakai untuk pupuk pohon anggur, bagaimana aplikasinya (apakah disemprot atau kocor) dan berapa dosisnya. Terima kasih. Wassalamualaikum
Oleh: Haryo - Sleman JogjaWaalaikum salam sobat Haryo,
Kalinet bisa dipakai untuk tanaman apapun yang menghasilkan buah, termasuk anggur. Untuk aplikasinya dengan cara disemprot pada daun dengan dosis untuk tanaman muda yang belum berbuah 1 ml/liter air, dan untuk tanaman menjelang berbuah / sudah usia berbuah 2 ml per liter air setiap 1 minggu sekali. Aplikasi ini bisa memacu terbentuknya buah, meningkatkan keseragaman buah, dan meningkatkan kualitas buah.
Demikian, semoga bisa membantu.
Assalamualaikum wr wb. Perkenalkan saya Saring, petani sayuran pemula dari Lampung Timur. Disini saya akan mengajukan pertanyaan :
1. Mengapa buah tomat yang saya tanam setiap kali buah akan masak seringkali mengalami pecah buah dan busuk dari dalam. Nb: sudah disemprot fungisida juga
2. Bagaimana mengatasi keriting pada tanaman cabai serta busuk buah (porong)? Boleh disertakan sekalian produk produk rekomendasi ya pak/bu. Terimakasih sebelumnya.
Wassalamualaikum wr wb.
Oleh: Saring - Lampung timurWaalaikum salam wr, wb, Sdr. Saring
Berikut jawaban atas pertanyaannya:
1. Buah tomat yang pecah bukan disebabkan oleh hama / penyakit melainkan faktor fisiologis. Kadar air dalam buah terlalu tinggi. Untuk mengatasinya coba kurangi pupuk yang mengandung nitrogen tinggi terutama KNO3, aplikasikan pupuk daun khusus fase berbuah (KALINET), dan CAL-HA yang mengandung kalsium, humic acid dan unsur-unsur mikro. Penggunaan boleh dicampur keduanya. Aplikasi buah baru terbentuk dan masih kecil-kecil.
2. Untuk keriting daun berikut link yang bisa dibaca dari pengalaman petani:
Pengendalian Keriting Daun dan Virus Kuning Cabai dan Minimalkan Dampak Serangan Virus pada Tanaman Cabai
Sedangkan busuk buah juga bisa diatasi dengan Cal-Ha
Demikian, semoga bisa membantu.
Assalamualaikum. Maaf banyak tanya, terima kasih telah fast respon. Menyambung pertanyaa yg lalu 1. kalinet dan cal ha berapa dosisnya untuk sprayer volume 16 liter 2. Dalam aplikasinya Apakah boleh Kalinet+Cal Ha dicampur dg insectisida atau fungisida Terima kasih. Wassalamualaikum
Oleh: Haryo - Sleman YogyakartaWaalaikum salam Mas Haryo. Berikut jawaban atas pertanyaan di atas:
1. Untuk Kalinet diaplikasikan dengan dosis 2 ml/liter air (32 - 40 ml per tangki 16 liter. Sedangkan untuk Cal Ha 2 - 4 gram per liter air (32 - 65 gram per liter air) tergantung kondisi ya. Jika tanaman bermasalah gunakan dosis tertinggi yaitu 4 gram per liter air.
2. Aplikasi Kalinet, dan CalHa bisa saja dikombinasikan dengan pestisida baik kontak maupun sistemik, namun sebaiknya dengan jenis pestisida SELAIN formula SP (tepung larut air), SL (cairan larut air), AS (larutan dalam air), karena sesama formula larut air sangat mungkin terjadi reaksi kimia yang merubah susunan kimiawi keduanya. Anda bisa menggunakan yang berformula EC (emulsi), WP (tepung tak larut air), WDG (granul terdispersi). Demikian semoga bisa membantu.
Oleh: AdminAsalamulaikum. Apakah pengaplikasian Kalinet + Cal Ha boleh di campur dengan fungisida sistemik atau yg kontak? Terimakasih.
Oleh: Cholis - MagelangWaalaikum salam Mas Cholis di Magelang.
Aplikasi Kalinet, dan CalHa bisa saja dikombinasikan dengan pestisida baik kontak maupun sistemik, namun sebaiknya dengan jenis pestisida SELAIN formula SP (tepung larut air), SL (cairan larut air), AS (larutan dalam air), karena sesama formula larut air sangat mungkin terjadi reaksi kimia yang merubah susunan kimiawi keduanya. Anda bisa menggunakan yang berformula EC (emulsi), WP (tepung tak larut air), WDG (granul terdispersi). Demikian semoga bisa membantu.
Oleh: Widodo