Artikel

Dari Desa untuk Indonesia! Mantan Mahasiswa ini Jadi Pelopor Budidaya Cabai di Karangmoncol

Dari Desa untuk Indonesia! Mantan Mahasiswa ini Jadi Pelopor Budidaya Cabai di Karangmoncol


Karlina Indah / 24 May 2025

Di tengah dominasi padi dan jagung di Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, muncul sosok inspiratif yang berani menantang arus. Khoirul Anam namanya. Beliau merupakan lulusan S1 Pertanian dari Universitas Jenderal Soedirman, menjadi pelopor budidaya tanaman hortikultura di wilayah yang selama ini minim sentuhan komoditas non-pangan pokok. Dengan semangat membangun desa, ia mendampingi para petani sejak dari nol, dari tahap pengolahan lahan hingga perawatan setiap harinya. Mas Anam tidak hanya menanam tanaman, tapi juga menanamkan semangat. Pendekatannya bertahap, musim pertama mengajari cara budidaya timun, musim berikutnya baru cabai dan yang terakhir mencoba system tumpangsari. Kini, ia mengelola empat titik lahan dengan empat jenis tanaman yang berbeda yaitu ada cabai keriting, cabai rawit, timun, dan tomat. Pola ini tidak hanya menjaga kontinuitas panen, tapi juga memastikan para pekerja selalu memiliki aktivitas harian. Yang mana para pekerja tersebut merupakan warga setempat yang sebelumnya memang belum memiliki pekerjaan tetap. Perjuangan mas Anam ini bukan tanpa hambatan, Dulu, hasil panennya dijual sendiri ke pasar dan warung-warung sayur. Kini, berkat konsistensinya, pengepul besar mulai datang langsung ke lahan. Bahkan, para petani binaannya pun ikut merasakan manfaatnya, mereka bisa mengumpulkan hasil panen dan menjualnya bersama. Dari kisah ini bisa disimpulkan bahwa Khoirul Anam bukan hanya Bertani, ia membangun ekosistem. Di tengah keterbatasan modal dan keraguan, ia hadir membawa harapan dan perubahan. Kecamatan Karangmoncol kini bukan lagi sekadar lumbung padi, tapi juga mulai dikenal sebagai tanah subur hortikultura. Dalam artikel kali ini, Mitra Bertani akan membahas kiat – kiat budidaya hortikultura, khususnya tanaman cabai yang berhasil menjadi ajang pembuktian kepada Masyarakat di daerahnya bahwa Bertani itu mudah dan pastinya cuan. Ingin tau bagaimana kiat suksesnya? Langsung saja baca penjelasan lengkapnya di bawah ini:

Olah lahan

Olah lahan adalah tahap awal yang sangat penting dalam budidaya tanaman, Salah satu metode unik yang digunakan mas Anam adalah pembuatan bedengan yang rapi dan presisi. Bedengan dibuat berbentuk kotak menyerupai meja dengan tinggi sekitar 70 cm. Ukuran ini memudahkan petani dalam proses perawatan seperti pemangkasan, pemupukan, dan pengendalian hama, serta memastikan pengairan berjalan lancar tanpa adanya wilayah yang menggenang. Menariknya, satu kali olah lahan dengan cara ini bisa bertahan hingga tiga tahun, asalkan penggunaan mulsa tetap optimal. Bedengan tidak perlu dibongkar selama mulsa masih utuh yang tentunya akan menghemat tenaga dan biaya operasional dalam jangka panjang. Karena lahan yang digunakan adalah lahan bekas, langkah awal perbaikan tanah menjadi sangat penting. Sebelum proses tanam, tanah diberi pembenah tanah berupa kombinasi Trichoderma merk dagang Biosigmaplus dan asam humat merk dagang POWERSOIL untuk mengembalikan kesuburan tanah dan memperbaiki struktur fisik serta biologisnya. Tiga hari sebelum penanaman, mas Anam juga menambahkan pupuk hayati merk dagang Sinarbio sebanyak 3 sendok makan per lubang tanam. Ini membantu menstimulasi aktivitas mikroorganisme tanah serta meningkatkan penyerapan unsur hara oleh akar tanaman. Kombinasi teknik olah lahan yang efisien, pemanfaatan bahan organik, dan pemulihan tanah yang terencana seperti ini menjadikan lahan lebih produktif dalam jangka panjang.

Perawatan Tanaman

Perawatan tanaman merupakan kunci utama dalam menjaga kesehatan dan produktivitas tanaman cabai. Mas Anam menerapkan pola perawatan yang terjadwal dan intensif, terutama untuk menjaga kondisi tanaman tetap prima sejak awal tanam hingga masa berbuah. Pada usia 7 hari setelah tanam (HST), Mas Anam memberikan larutan berupa silika karbon sebanyak 1 kg dan Ultradap ½ kg yang dicampur ke dalam 200 liter air. Ini dilakukan untuk memperkuat pertumbuhan akar dan merangsang perkembangan awal tanaman. Selain itu, perawatan tanaman dengan cara semprot dilakukan seminggu sekali, sedangkan pemupukan melalui kocor diberikan setiap 15 hari sekali. Namun, jika terjadi serangan hama atau penyakit, intensitas perawatan akan ditingkatkan sesuai kebutuhan. Untuk mendukung pembentukan dan pematangan buah, Mas Anam menggunakan pupuk cair merk dagang KALINET dengan dosis 3 ml per liter air yang diaplikasikan seminggu sekali lewat semprot daun. Sedangkan untuk aplikasi lewat akar, ia menggunakan MKP (Mono Kalium Phospat), terutama pada fase awal pembuahan. Strategi utama Mas Anam adalah fokus pada pemberian kalium lebih awal agar buah pertama bisa tetap “nyantol” dan tidak gugur. Selain itu, untuk membentuk tanaman yang kuat mas Anam rutin memberkan nutrisi. Perawatan menyeluruh dan pemberian nutrisi seimbang sejak awal menjadi kunci sukses budidaya cabai yang sehat, tahan serangan, dan pastinya produktif.

Kendala Dalam Budidaya Tanaman Cabai

Meskipun menanam cabai di bawah naungan pohon kelapa, Mas Anam membuktikan bahwa budidaya tetap bisa berjalan optimal dengan perawatan yang tepat. Salah satu keunggulan lahannya adalah minimnya serangan layu dan bercak daun. Kondisi ini menunjukkan bahwa manajemen lingkungan dan pemupukan berjalan efektif, meskipun berada di lokasi yang cenderung lembap. Namun, tantangan utama justru datang dari cuaca ekstrem yang memengaruhi kestabilan pH tanah. Untuk mengatasi hal ini, Mas Anam rutin menambahkan dolomit untuk menetralkan keasaman tanah. Selain itu, ia juga mengaplikasikan kalsium secara kocor menggunakan produk CALHA. Tak hanya lewat akar, pemberian kalsium juga dilakukan melalui semprot ke daun menggunakan produk CALBOVIT dengan dosis 3 sendok makan per tangki. Selain menjaga kekuatan jaringan tanaman, kalsium ini juga berperan penting dalam menjaga buah tetap “nyantol” dan tidak mudah gugur. Selain itu, kendala juga datang dari varietas cabai yang beliu pilih. Varietas yang digunakan, yaitu LANGGENG 58, dikenal dengan varietas yang belum tahan terhadap virus. Meski begitu, dari seribu tanaman, hanya terdapat tiga yang terpapar virus. Dan dari tiga tanaman tersebut, produktivitasnya tetap terjaga. Ternyata hal ini merupakan efek dari rutin memberikan pupuk daun dengan merk dagang VITARON SL yang dikombinasikan dengan pupuk Phospat cair merk dagang MORDENFOL. Kombinasi kedua produk tersebut efektif mengurangi gejala tanaman yang sudah terserang dan memperkuat imun tanaman yang belum terserang sehingga tidak mudah tertular.

Kisah Mas Anam ini adalah contoh inspiratif bagaimana ketekunan, ilmu, dan manajemen yang tepat mampu mengatasi tantangan dalam budidaya pertanian. Semoga kisah ini menjadi motivasi bagi petani lain untuk terus belajar, mencoba inovasi, tidak mudah menyerah dan pastinya ringan untuk berbagi ilmu yang dipunya. Demikian artikel ini di buat, selamat mencoba dan semoga berhasil. Jangan lupa saksikan penjelasan lengkapnya di video ini.