Artikel

Budidaya Buah Naga untuk Tabungan Masa Depan

Budidaya Buah Naga untuk Tabungan Masa Depan


Angga Syarief / 19 Jul 2022

Buah naga tergolong dalam buah tropis dari jenis kaktus marga Selenicereus dan Hylocereus. Buah naga berasal dari negara Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Tetapi buah ini sudah banyak dibudidayakan negara-negara Asia seperti di Indonesia. Buah dengan ciri-ciri berwarna merah dan daging berwarna ungu, menjadi buah yang mudah dikenal dikalangan masyarakat. Buah yang rendah kalori, satu buah naga hanya terdapat sekitar 60 kalori. Buah naga mengandung air 85,7 gram, serat 3,2 gram, zat besi 0,4 gram, vitamin B1 dan B2 0,5 mg, vitamin C 1 mg,kalsium 13 mg, kalium 128 mg, dan Fosfor 14 mg. Mengkonsumsi buah naga banyak manfaat bagi tubuh, yaitu menjaga kulit elastis dan kencang, mengurangi resiko kanker, meningkatkan kesehatan jantung, mengontrol kadar gula darah dan menurunkan berat badan. 

Artikel ini akan membahas kiat sukses budidaya tanaman buah naga dengan seorang petani yang berasal dari kecamatan Bangorejo, kabupaten Banyuwangi, Pak Kholik namanya. Kabupaten Banyuwangi terkenal dengan penghasil buah naga terbanyak. 12 tahun lebih beliau terjun ke dunia budidaya tanaman buah naga. Lika-liku sudah beliau hadapi selama menjadi petani tanaman buah naga. Tentu, lamanya beliau terjun didunia tanaman buah naga sebanding dengan ilmu yang beliau dapatkan.

Lahan Penanaman yang Cocok 

Lahan terbuka sangat bagus untuk menanam tanaman buah naga agar sinar matahari tercukupi. Budidaya tanaman buah naga akan produktif ditanah dengan ketinggian 0-350 m diatas permukaan laut. Kondisi tanah tidak terlalu basah, apabila terlalu basah dan kekurangan sinar matahari tanaman buah naga akan mengalami busuk batang. Karena termasuk jenis kaktus, inilah yang membuat tanaman buah naga tidak terlalu membutuhkan air dengan volume yang banyak.

Cara Menanam 

Tanaman buah naga termasuk tanaman yang merambat, maka dari itu tanaman buah naga perlu diikat dengan media penyangga. Pohon randu biasanya beliau gunakan sebagai media rambat tanaman buah naga. Tanaman buah naga pada umumnya diikat dengan tiang beton, tetapi inovasi baru dari beliau mengikat tanaman buah naga dengan pohon randu. Pasalnya, kasus setelah panen pertama tanaman buah naga beliau rentan terkena penyakit. Dengan menggunakan pohon randu sebagai pengganti tiang beton, justru tanaman tahan terhadap penyakit. Meskipun, pupuk yang beliau berikan juga akan terbagi dengan pohon randu, hal ini tidak berpengaruh terhadap produktifitas tanaman buah naga. Jarak tanam idealnya adalah 2 m x 3 m, supaya tidak terlalu padat dan mengelak perebutan nutrisi, air, serta sinar matahari. Setiap area pohon randu, ditanam anak batang 3-4 batang, jangan terlalu banyak. Sebab, beliau lebih menekan 1 batang bisa berproduksi 3-5 buah dengan kualitas grade A. Kualitas buah akan berpengaruh terhadap harga jual, semakin bagus kualitas buahnya semakin tinggi juga harga jualnya.

Perawatan 

Tanaman buah naga cenderung rakus terhadap pupuk kompos. Pemberian pupuk kompos selalu beliau tekankan karena semakin banyak penggunaan pupuk kompos berefek baik untuk tanaman. Tanaman buah naga ini sendiri mempunyai karakteristik antibodi kuat yang tahan terhadap bakteri-bakteri. Pupuk kompos mengandung unsur hara nitrogen (N), phospat (P), dan kalium (K). kandungan yang terdapat pada pupuk kompos akan menambah volume sel pada tanaman, memberikan nutrisi lebih pada tanaman sehingga membantu proses perkembangan tanaman. Pemberian pupuk kompos cukup menaruh diatas tanah area tanaman dan penyemprotan dekomposer. Dekomposer berperan mengurai senyawa-senyawa organik. Senyawa diurai untuk dijadikan nutrisi ditanah yang digunakan tanaman untuk tumbuh. Pemberian pupuk kompos cukup dengan dosis 1-2 kg dengan interval 2 bulan sekali sampai tanaman sudah mulai produktif. Masa berbunga tanaman buah naga antara bulan Agustus dan September. Pemenuhan nutrisi tidak cukup dengan pupuk kompos saja. Beliau selalu memperhatikan kondisi area lahan apabila mulai mengering, beliau memberikan air dengan dosis sesuai kondisi tanaman. Yang penting air tidak menggenang diarea lahan, cukup basah saja. Apabila memberikan air dengan volume terlalu banyak, tanaman justru akan stres. Pengkocoran beliau aplikasikan menggunakan asam humat dan asam amino. Peran asam humat sebagai pembenah tanah memungkinkan meningkatkan kualitas tanah dan mengikat unsur-unsur hara. Layaknya sebuah tali, mengikat unsur hara supaya tidak cepat hilang sebelum diserap tanaman. Pemberian nutrisi lewat via spray beliau terapkan ketika tanaman sudah mulai berbunga sampai menjadi buah. KALINET sebagai nutrisi tambahan agar merangsang bunga cepat berbuah. Dosis KALINET yang beliau berikan kurang lebih 100 ml/16 liter. Kebutuhan asam amino juga beliau berikan dalam jumlah yang cukup, karena asam amino termasuk unsur esensial untuk meningkatkan kualitas tanaman secara keseluruhan.

Rekayasa Teknologi

Tanaman buah naga mulai bisa berbunga ketika tanaman sudah berusia 1 tahun. Bulan Agustus - September tanaman mulai berbunga. Pada akhirnya, beliau memutar akal untuk mempercepat tanaman berbuah, beliau merekayasa teknologi lampu sebagai pengganti proses fotosintesis di siang hari. Tujuan pemasangan lampu untuk memunculkan bunga diluar musim. Penggunaan cahaya bantuan lampu ini beliau terapkan selama 20 hari. Fase muncul bunga setelah melakukan bantuan lampu biasanya 35 hari. Jarak antara bunga masak menjadi buah adalah 50 hari sampai buah siap dikonsumsi/dipanen. Jadi waktu produktif tanaman buah naga dengan bantuan lampu kurang lebih sekitar 3 bulan. Perlu kita ketahui, tanaman buah naga termasuk jenis kaktus dari marga hylocereus dimana proses penyerbukan bunga yang sempurna dimalam hari. Sistem penggunaan lampu ini ada 2 cara, bisa dengan sistem 4-1 (satu lampu untuk 4 tanaman) atau 2-1 (satu lampu untuk 2 tanaman). Lampu mulai beliau gunakan ketika malam, sekitar pukul 22.00 sampai pukul 05.00 WIB. Meski dengan penggunaan lampu memerlukan biaya yang mahal, menurut beliau sebanding dengan hasil panen. Dengan panen diluar musim, secara ekonomis memberikan efek domino pada peningkatan harga jual. Ketika buah sudah mulai muncul, beliau membungkus buah dengan plastik. hal ini beliau lakukan sebagi pelindung supaya buah terhindar dari hama. Hama untuk buah naga justru berupa kelelawar, tikus, burung, semut dll. Ibarat kita menaiki sepeda motor, plastik  berperan seperti helm sebagai pelindung.Tanaman buah naga yang sudah berusia menyentuh dewasa, dilakukan pemangkasan tunas yang sudah tidak diperlukan lagi. Cabang tanaman buah naga yang sudah berbuah 4 kali, sebaiknya dipangkas dan dijadikan bibit baru. Perlu dilakukan pemangkasan guna meregenerasi dan meningkatkan produktifitas kualitas buah.

Demikian tips budidaya tanaman buah naga versi Pak Kholik. Beliau berpesan khususnya untuk kalangan anak muda sekarang jangan pernah malu menjadi petani, apabila kita paham ilmu dan bisa memanfaatkan peluang hasilnya berlimpah bukan main. Lebih lengkapnya, tonton video lengkapnya disini.

 


Rekomendasi Produk :
KALINET